Friday, April 13, 2018

Proses Penyebaran Kanker Dalam Tubuh Manusia

Alasan utama mengapa kanker sangat ditakuti adalah karena ia bisa menyebar luas dalam tubuh. Kanker biasanya dimulai dengan satu tumor di daerah tubuh tertentu, misalnya payudara. Jika tumor tidak diangkat, kanker dapat menyebar ke organ terdekat serta tempat-tempat lain yang jauh dari lokasi tumor awal.
            Bagaimana kanker dapat menjalar ke daerah-daerah baru dan mengapa beberapa organ lebih mungkin terinfeksi daripada yang lainnya? Berikut penjelasannya.
            Kanker muncul akibat adanya penumpukan perlahan sel-sel yang telah rusak, yang tak lagi bisa diperbaiki. Setiap kanker yang timbul berasal dari Mutasi atau perubahan gen. jarang sekali kanker diwariskan orang tua kepada anak. Satu dari 100 triliun sel-sel yang ada dalam tubuh kita suatu saat bisa saja mengalami kemunduran yakni perubahan dari sel-sel sehat yang berfungsi normal menjadi sel-sel tumor.

Penyebab Kanker
            Perubahan yang terjadi pada sel terutama disebabkan oleh sinar UV, sinar X dan bahan-bahan kimia penyebab kanker. Yang termasuk bahan-bahan kimia penyebab kanker adalah Benzopyrene, yakni zat berbahaya yang terjadi akibat adanya pembakaran. Benzopyrene biasa ditemukan pada produk-produk yang dimasak dengan api atau pengasapan. Benzopyrene mengakibatkan timbulnya sebuah zat tertentu yang secara kimia bisa mengikat DNA dan ikatan inilah yang kemudian mengakibatkan terjadinya perubahan struktur DNA.
            Perubahan ini merugikan proses pembelahan sel dan sebaliknya menguntungkan proses “Mutasi”. Semakin lama sesorang mengkonsumsi tembakau, maka semakin besar pula zat-zat penyebab kanker yang dihisap oleh siperokok, sehingga semakin tinggi pula resiko bahwa zat-zat penyebab kanker yang telah ia hisap tersebut akan menjadi pemicu terjadinya struktur dalam gen.
            Resiko terjadinya “Mutasi” akan semakin bertambah seiring dengan pertambahan usia, hal ini dikarenakan tubuh seseorang yang semakin berumur, bekerja tak seoptimal dulu. Inilah yang dengan mudah memicu terjadinya kesalahan pada pembelahan sel.

Bagaimana Kanker Bisa Menyebar?

            Penyebaran kanker di seluruh tubuh dikenal sebagai metastasis. Penyebaran kanker dimulai ketika sel-sel kanker memisahkan diri dari tumor awal dan menyerang jaringan normal di dekatnya. Dari sini, sel kanker kemudian berkembang biak dan mungkin memproduksi senyawa tertentu yang merangsang pergerakan sel menuju tempat lainnya. Sel-sel kanker dapat menyebar melalui satu dari beberapa rute umum metastasis (aliran darah sistem limfatik atau menembus lapisan penutup rongga organ tubuh) untuk menuju bagian tubuh lainnya.

            Ini adalah perjalanan yang cukup rumit dan sebagian besar sel kanker tidak dapat bertahan hidup. Beberapa sel kanker mungkin dibunuh oleh sistem kekebalan tubuh atau terperangkap dalam kelenjar getah bening untuk kemudian dihancurkan tetapi beberapa dapat bertahan hidup dan tumbuh untuk membentuk tumor baru. Dari ribuan sel-sel kanker yang berhasil melepaskan dari kanker induk, mungkin hanya aka nada beberapa yang mampu bertahan untuk membentuk kanker sekundr (metastasis).
            Setelah di tempat baru, sel kanker mulai berkembang biak membentuk tumor-tumor kecil yang disebut micrometastasis. Kelompok tumor kecil ini kemudian bergabung dan bertumbuh menjadi sel tumor “dewasa” dan menyelesaikan proses siklus metastatic. Ketika diamati di bawah mikroskop dan diuji dengan cara-cara tertentu, sel-sel kanker metastatic membawa karakteristik yang menyerupai kanker induk, bukannya menyerupai ciri sel-sel di tempat baru di mana kanker metastatik ditemukan. Ini yang menjadi oertanda untuk dokter bisa memastikan bahwa kanker tersebut adalah kanker yang telah menyebar dari sumber inti di tempat lain dari tubuh dan bukan jenis kanker yang benar-benar baru.
            Metastasis merupakan faktor penting dalam perkembangan kanker karena metastasis bertanggung jawab atas sebagian besar kematian akibat kanker. Dalam kebanyakan kasus pasien kanker dengan tumor lokal memiliki kesempatan untuk bertahan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan tumor metastatik.

Apa yang Menyebabkan Kanker Menyebar?
            Stephen Paget, seorang ahli bedah Inggris, berteori bahwa sel-sel kanker sulit untuk bertahan hidup di lingkungan yang sama sekali berbeda dengan karakteristik tumor induk. Oleh karena itu, kanker hanya dapat menyebar ke lokasi yang memiliki karakteristik sel sama. Misalnya, sel-sel kanker payudara perlu ion kalsium dari kelenjar susu payudara untuk bisa melipatgandakan diri, sehingga sel kanker payudara mungkin lebih memilih tulang sebagai lokasi penyebarannya karena tulang kaya akan kalsium.
            James Ewing, professor patologi pertama di Cornell University, mengusulkan teori laim bahwa sel-sel kanker cenderung menyerang kelenjar getah benng regional dekat tumor primer. Jadi, pasien dengan tumor primer yang dilewati oleh pembuluh yang menuju ke paru-paru pada akhirnya akan mengembangkan kanker metastatik paru-paru.
            Satu studi dari University College London (UCL), dilansir dari Medical Daily mengatakan mereka telah menemukan mekanisme yang menyebabkan penyebaran kanker. Melalui pengujian hewan laboratorium ditemukan bahwa sel-sel kanker mulai menyebar saat sel-sel sehat mulai membubarkan diri dalam upaya menghindari serangan berbahaya. Sel-sel kanker tertarik kepada sel-sel sehat dan terus mengikuti pergerakan sel sehat ke seluruh tubuh.
            Kesemua teori di atas mengandung kebenaran. Namun, gambaran besar dari proses metastasis kanker jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan.

Penderita Kanker Seperti Apa yang Lebih Beresiko Mengalami Kanker yang Menyebar?
            Memiliki kanker aktif atau riwayat pernah memiliki kanker merupakan faktor resiko utama untuk mengalami penyebaran kanker. Beberapa jenis kanker lebih mungkin untuk menyebar daripada yang lain. Namu, tingkat kemampuan penyebaran sel kanker akan bervariasi antara satu jenis tumor dan yang lainnya.
            Misalnya, karsinoma sel basal jarang menyebar, tapi kanker pancreas, otak dan hati merupakan jenis kanker yang bisa menyebar dengan cepat. Jenis kanker berbeda juga telah dikenal memiliki daerah tujuan “favorit” untuk bermetastasis. Misalnya kanker prostat umumnya menyebar ke tulang sedangkan kanker usus bermetastasis ke hati.
            Faktor-faktro lain seperti sifat sel kanker, perubahan genetik tertentu dan efektifitas sistem kekebalan tubuh dalam menghilangkan sel-sel kanker, juga berperan dalam menentukan keberhasilan metastasis. Kemana sel kanker menyebar juga akan tergantung pada jenis, ukuran dan di mana awal mula sel kanker bermula dalam tubuh.
            Bahkan ketika hal-hal ini telah diketahui, dokter tidak selalu yakin jika kanker seseorang bermetastasis. Dokter tidak yakin apa yang akan menyebabkan beberapa jenis kanker bisa menyebar. Dan masih tidak jelas alas an di balik mengapa beberapa jenis kanker memilih untuk menyebar ke tulanh daripada tempat umum lainnya untuk bermetastasis, misalnya hati.


Kesalahan Kecil Berakibat Besar
            Satu kesalahan saja yang terjadi dalam gen bisa menyebabkan tubuh tak lagi bisa memproduksi zat putih telur atau protein penting. Akibatnya, ini akan memungkinkan terjadinya perubahan struktur gen dalam skala ringan. Meski perubahan yang terjadi hanya dalam sekala ringan, hal ini sudah bisa menyebabkan sel tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
            Perubahan gen yang paling berbahaya adalah jika perubahan tersebut menimpa gen dan protein yang bertugas mengontrol pertumbuhan sel-sel. Akibatnya, dalam keadaan tertentu siklus sel-sel bisa keluar jalur, sehinga sel-sel tersebut mengalami degradasi atau kemunduran.

Tumor Baik Dan Tumor Jahat
            Sel-sel yang gennya telah mengalami perubahan tersebut bisa berubah menjadi sel-sel tumor. Sel-sel tumor ini tumbuh sendiri tanpa perintah dan bisa membelah tanpa kontrol. Jika sel-sel yang rusak ini berkembang biak, tapi tetap tinggal di satu tempat- maka sel-sel ini akan menjadi tumor baik yang bisa dengan mudah diangkat melalui sebuah operasi.
            Akan tetapi, jika sel-sel dari tumor tersebut pecah kemudian menyebar ke tempat lain dalam tubuh lalu berkembang biak disana- maka sel sel tersebut telah berubah menjadi sel sel tumor jahat.Benjolan kanker yang baru timbul tersebut akan memicu terjadinya pembentukan pembuluh darah baru disekeliling benjolan. Dari pembuluh darah inilah tumor mendapat makanan, sehingga tumor yag terletak di tempat-tempat terpencil dalam tubuh pun bisa tumbuh.

Perlindungan Tubuh Terhadap Tumor
            Dalam sebuah sistem yang rumit perubahan struktur DNA semacam itu, adalah suatu kesalahan yang tak bisa dihindari. Untuk menangkal hal semacam ini, untungnya tubuh kita secara alami telah meyediakan mekanisme-mekanisme perbaikan, salah satu contohnya adalah protein. Protein atau zat putih telur ini melakukan perbaikan dan kontrol terus-menerus terhadap DNA. Selain itu protein ini juga bertugas memusnahkan sel-sel yang telah rusak yang bisa berubah menjadi kanker.
            Tapi tentu saja, mekanisme perlindungan semacam ini bisa saja tak berfungsi- contohnya jika kesalahan dalam rencana pembangunan DNA yang terjadi disebabkan sendiri oleh si penjaga kanker atau misalnya karena mekanisme perlindungan tersebut tak bisa lagi dengan baik menjalankan tugasnya. Mekanisme perlindungan tubuh bisa juga tak berfungsi jika protein tersebut telah kelebihan beban, sehingga mekanisme perlindungan tubuh mengabaikan proses “Mutasi“- yang pada keadaan tertentu bisa memicu perkembangan kanker. Seberapa bagus kerja mekanisme perbaikan tubuh kita? Hal ini berbeda-beda pada tiap-tiap orang.

No comments:

Post a Comment