Alasan utama mengapa kanker sangat ditakuti adalah karena
ia bisa menyebar luas dalam tubuh. Kanker biasanya dimulai dengan satu
tumor di daerah tubuh tertentu, misalnya payudara. Jika tumor tidak diangkat,
kanker dapat menyebar ke organ terdekat serta tempat-tempat lain yang jauh dari
lokasi tumor awal.
Bagaimana kanker
dapat menjalar ke daerah-daerah baru dan mengapa beberapa organ lebih mungkin
terinfeksi daripada yang lainnya? Berikut penjelasannya.
Kanker muncul
akibat adanya penumpukan perlahan sel-sel yang telah rusak, yang tak lagi bisa
diperbaiki. Setiap kanker yang timbul berasal dari Mutasi atau perubahan gen.
jarang sekali kanker diwariskan orang tua kepada anak. Satu dari 100 triliun
sel-sel yang ada dalam tubuh kita suatu saat bisa saja mengalami kemunduran
yakni perubahan dari sel-sel sehat yang berfungsi normal menjadi sel-sel tumor.
Penyebab Kanker
Perubahan yang
terjadi pada sel terutama disebabkan oleh sinar UV, sinar X dan bahan-bahan
kimia penyebab kanker. Yang termasuk bahan-bahan kimia penyebab kanker adalah
Benzopyrene, yakni zat berbahaya yang terjadi akibat adanya pembakaran.
Benzopyrene biasa ditemukan pada produk-produk yang dimasak dengan api atau
pengasapan. Benzopyrene mengakibatkan timbulnya sebuah zat tertentu yang secara
kimia bisa mengikat DNA dan ikatan inilah yang kemudian mengakibatkan
terjadinya perubahan struktur DNA.
Perubahan ini
merugikan proses pembelahan sel dan sebaliknya menguntungkan proses “Mutasi”. Semakin
lama sesorang mengkonsumsi tembakau, maka semakin besar pula zat-zat penyebab
kanker yang dihisap oleh siperokok, sehingga semakin tinggi pula resiko bahwa
zat-zat penyebab kanker yang telah ia hisap tersebut akan menjadi pemicu
terjadinya struktur dalam gen.
Resiko terjadinya
“Mutasi” akan semakin bertambah seiring dengan pertambahan usia, hal ini
dikarenakan tubuh seseorang yang semakin berumur, bekerja tak seoptimal dulu. Inilah
yang dengan mudah memicu terjadinya kesalahan pada pembelahan sel.
Bagaimana Kanker Bisa
Menyebar?
Penyebaran kanker
di seluruh tubuh dikenal sebagai metastasis. Penyebaran kanker dimulai ketika
sel-sel kanker memisahkan diri dari tumor awal dan menyerang jaringan normal di
dekatnya. Dari sini, sel kanker kemudian berkembang biak dan mungkin
memproduksi senyawa tertentu yang merangsang pergerakan sel menuju tempat
lainnya. Sel-sel kanker dapat menyebar melalui satu dari beberapa rute umum
metastasis (aliran darah sistem limfatik atau menembus lapisan penutup rongga
organ tubuh) untuk menuju bagian tubuh lainnya.
Ini adalah perjalanan yang cukup rumit dan sebagian besar sel
kanker tidak dapat bertahan hidup. Beberapa sel kanker mungkin dibunuh oleh
sistem kekebalan tubuh atau terperangkap dalam kelenjar getah bening untuk
kemudian dihancurkan tetapi beberapa dapat bertahan hidup dan tumbuh untuk
membentuk tumor baru. Dari ribuan sel-sel kanker yang berhasil melepaskan dari
kanker induk, mungkin hanya aka nada beberapa yang mampu bertahan untuk
membentuk kanker sekundr (metastasis).
Setelah di tempat
baru, sel kanker mulai berkembang biak membentuk tumor-tumor kecil yang disebut
micrometastasis. Kelompok tumor kecil ini kemudian bergabung dan bertumbuh
menjadi sel tumor “dewasa” dan menyelesaikan proses siklus metastatic. Ketika diamati
di bawah mikroskop dan diuji dengan cara-cara tertentu, sel-sel kanker metastatic
membawa karakteristik yang menyerupai kanker induk, bukannya menyerupai ciri
sel-sel di tempat baru di mana kanker metastatik ditemukan. Ini yang menjadi
oertanda untuk dokter bisa memastikan bahwa kanker tersebut adalah kanker yang
telah menyebar dari sumber inti di tempat lain dari tubuh dan bukan jenis
kanker yang benar-benar baru.
Metastasis
merupakan faktor penting dalam perkembangan kanker karena metastasis bertanggung
jawab atas sebagian besar kematian akibat kanker. Dalam kebanyakan kasus pasien
kanker dengan tumor lokal memiliki kesempatan untuk bertahan hidup yang lebih
baik dibandingkan dengan tumor metastatik.
Apa yang Menyebabkan Kanker
Menyebar?
Stephen Paget,
seorang ahli bedah Inggris, berteori bahwa sel-sel kanker sulit untuk bertahan
hidup di lingkungan yang sama sekali berbeda dengan karakteristik tumor induk. Oleh
karena itu, kanker hanya dapat menyebar ke lokasi yang memiliki karakteristik
sel sama. Misalnya, sel-sel kanker payudara perlu ion kalsium dari kelenjar
susu payudara untuk bisa melipatgandakan diri, sehingga sel kanker payudara
mungkin lebih memilih tulang sebagai lokasi penyebarannya karena tulang kaya
akan kalsium.
James Ewing, professor
patologi pertama di Cornell University, mengusulkan teori laim bahwa sel-sel
kanker cenderung menyerang kelenjar getah benng regional dekat tumor primer. Jadi,
pasien dengan tumor primer yang dilewati oleh pembuluh yang menuju ke paru-paru
pada akhirnya akan mengembangkan kanker metastatik paru-paru.
Satu studi dari
University College London (UCL), dilansir dari Medical Daily mengatakan mereka
telah menemukan mekanisme yang menyebabkan penyebaran kanker. Melalui pengujian
hewan laboratorium ditemukan bahwa sel-sel kanker mulai menyebar saat sel-sel
sehat mulai membubarkan diri dalam upaya menghindari serangan berbahaya. Sel-sel
kanker tertarik kepada sel-sel sehat dan terus mengikuti pergerakan sel sehat
ke seluruh tubuh.
Kesemua teori di
atas mengandung kebenaran. Namun, gambaran besar dari proses metastasis kanker
jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan.
Penderita Kanker Seperti
Apa yang Lebih Beresiko Mengalami Kanker yang Menyebar?
Memiliki kanker
aktif atau riwayat pernah memiliki kanker merupakan faktor resiko utama untuk
mengalami penyebaran kanker. Beberapa jenis kanker lebih mungkin untuk menyebar
daripada yang lain. Namu, tingkat kemampuan penyebaran sel kanker akan bervariasi
antara satu jenis tumor dan yang lainnya.
Misalnya,
karsinoma sel basal jarang menyebar, tapi kanker pancreas, otak dan hati
merupakan jenis kanker yang bisa menyebar dengan cepat. Jenis kanker berbeda
juga telah dikenal memiliki daerah tujuan “favorit” untuk bermetastasis. Misalnya
kanker prostat umumnya menyebar ke tulang sedangkan kanker usus bermetastasis
ke hati.
Faktor-faktro
lain seperti sifat sel kanker, perubahan genetik tertentu dan efektifitas
sistem kekebalan tubuh dalam menghilangkan sel-sel kanker, juga berperan dalam
menentukan keberhasilan metastasis. Kemana sel kanker menyebar juga akan
tergantung pada jenis, ukuran dan di mana awal mula sel kanker bermula dalam
tubuh.
Bahkan ketika
hal-hal ini telah diketahui, dokter tidak selalu yakin jika kanker seseorang
bermetastasis. Dokter tidak yakin apa yang akan menyebabkan beberapa jenis
kanker bisa menyebar. Dan masih tidak jelas alas an di balik mengapa beberapa
jenis kanker memilih untuk menyebar ke tulanh daripada tempat umum lainnya
untuk bermetastasis, misalnya hati.
Kesalahan Kecil Berakibat Besar
Satu kesalahan saja yang terjadi dalam gen bisa menyebabkan tubuh tak lagi bisa
memproduksi zat putih telur atau protein penting. Akibatnya, ini akan
memungkinkan terjadinya perubahan struktur gen dalam skala ringan. Meski
perubahan yang terjadi hanya dalam sekala ringan, hal ini sudah bisa
menyebabkan sel tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Perubahan gen yang paling berbahaya adalah jika perubahan tersebut menimpa gen
dan protein yang bertugas mengontrol pertumbuhan sel-sel. Akibatnya, dalam
keadaan tertentu siklus sel-sel bisa keluar jalur, sehinga sel-sel tersebut
mengalami degradasi atau kemunduran.
Tumor Baik Dan Tumor Jahat
Sel-sel yang gennya telah mengalami perubahan tersebut bisa berubah menjadi
sel-sel tumor. Sel-sel tumor ini tumbuh sendiri tanpa perintah dan bisa
membelah tanpa kontrol. Jika sel-sel yang rusak ini berkembang biak, tapi tetap
tinggal di satu tempat- maka sel-sel ini akan menjadi tumor baik yang bisa
dengan mudah diangkat melalui sebuah operasi.
Akan tetapi, jika sel-sel dari tumor tersebut pecah kemudian menyebar ke tempat
lain dalam tubuh lalu berkembang biak disana- maka sel sel tersebut telah
berubah menjadi sel sel tumor jahat.Benjolan kanker yang baru timbul tersebut
akan memicu terjadinya pembentukan pembuluh darah baru disekeliling benjolan.
Dari pembuluh darah inilah tumor mendapat makanan, sehingga tumor yag
terletak di tempat-tempat terpencil dalam tubuh pun bisa tumbuh.
Perlindungan Tubuh Terhadap Tumor
Dalam sebuah sistem yang rumit perubahan struktur DNA semacam itu, adalah suatu
kesalahan yang tak bisa dihindari. Untuk menangkal hal semacam ini, untungnya
tubuh kita secara alami telah meyediakan mekanisme-mekanisme perbaikan, salah
satu contohnya adalah protein. Protein atau zat putih telur ini melakukan
perbaikan dan kontrol terus-menerus terhadap DNA. Selain itu protein ini juga
bertugas memusnahkan sel-sel yang telah rusak yang bisa berubah menjadi kanker.
Tapi tentu saja, mekanisme perlindungan semacam ini bisa saja tak berfungsi-
contohnya jika kesalahan dalam rencana pembangunan DNA yang terjadi disebabkan
sendiri oleh si penjaga kanker atau misalnya karena mekanisme perlindungan
tersebut tak bisa lagi dengan baik menjalankan tugasnya. Mekanisme perlindungan
tubuh bisa juga tak berfungsi jika protein tersebut telah kelebihan beban,
sehingga mekanisme perlindungan tubuh mengabaikan proses “Mutasi“- yang pada
keadaan tertentu bisa memicu perkembangan kanker. Seberapa bagus kerja
mekanisme perbaikan tubuh kita? Hal ini berbeda-beda pada tiap-tiap orang.
No comments:
Post a Comment