Saturday, April 14, 2018

Faktor-faktor Penyebab Kanker


Penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena penyebab kanker dapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan. Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker, sebagai berikut : 

  1. Faktor Keturunan
            Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit dan kanker usus besar. Sebagai contoh, risiko wanita untuk menderita kanker meningkat 1,5 s/d 3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara. 
  1. Faktor Lingkungan

a.    Merokok sigaret meningkatkan resiko terjadinya kanker paru - paru, mulut, laring (pita suara), dan kandung kemih.
b.    Sinar Ultraviolet dari matahari.
c.    Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh. Contoh, orang yang selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, berisiko tinggi menderita kanker sel darah, seperti Leukemia. 
  1. Faktor Makanan yang Mengandung Bahan Kimia.

            Makanan juga dapat menjadi faktor risiko penting lain penyebab kanker, terutama kanker pada saluran pencernaan. Contoh jenis makanan yang dapat menyebabkan kanker adalah : 
a.    Makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung
b.    Minuman yang mengandung alkohol menyebabkan berisiko lebih tinggi terhadap kanker kerongkongan.
c.    Zat pewarna makanan
d.    Logam berat seperti merkuri yang sering terdapat pada makanan laut yang tercemar seperti: kerang, ikan, dsb.
e.    Berbagai makanan (manis,tepung) yang diproses secara berlebihan.
  1. Virus
Virus yang dapat dan dicurigai menyebabkan kanker antara lain :
a.    Virus Papilloma menyebabkan kutil alat kelamin (genitalis) agaknya merupakan salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita. 
b.    Virus Sitomegalo menyebabkan Sarkoma Kaposi (kanker sistem pembuluh darah yang ditandai oleh lesi kulit berwarna merah) 
c.    Virus Hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati. 
d.    Virus Epstein - Bar (di Afrika) menyebabkan Limfoma Burkitt, sedangkan di China virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Ini terjadi karena faktor lingkungan dan genetik. 
e.    Virus Retro pada manusia misalnya virus HIV menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.
  1. Infeksi
a.    Parasit Schistosoma (bilharzia) dapat menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Namun penyebab iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker. 
b.    Infeksi oleh Clonorchis yang menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu. 
c.    Helicobacter Pylori adalah suatu bakteri yang mungkin merupakan penyebab kanker lambung, dan diduga bakteri ini menyebabkan cedera dan peradangan lambung kronis sehingga terjadi peningkatan kecepatan siklus sel. 
  1. Faktor Perilaku
a.    Perilaku yang dimaksud adalah merokok dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan juga peminum minuman beralkohol. 
b.    Perilaku seksual yaitu melakukan hubungan intim diusia dini dan sering berganti ganti pasangan. 
  1. Gangguan Keseimbangan Hormonal
            Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. - Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar pada pria. 
  1. Faktor Kejiwaan, Emosional
           Stres yang berat dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang yang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker. 
  1. Radikal Bebas

              Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul yang mempunyai electron bebas yang tidak berpasangan dilingkaran luarnya. Sumber - sumber radikal bebas yaitu : 
a.    Radikal bebas terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme. 
b.    Radikal bebas masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari makanan , minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari. 
c.    Radikal bebas diproduksi secara berlebihan pada waktu kita makan berlebihan (berdampak pada proses metabolisme) atau bila kita dalam keadaan stress berlebihan, baik stress secara fisik, psikologis,maupun biologis. 

            Sebagian besar makanan Anda adalah sayur dan buah. Anda juga berolahraga rutin, tak pernah lupa menggunakan tabir surya, menjauhi rokok dan alkohol. Anda selalu berusaha menjalankan pola hidup sehat, karena Anda tahu itu dapat menjadi penangkal kanker.
            Tapi, penelitian yang dilakukan John Hopkins University menemukan, dua pertiga kasus kanker pada orang dewasa dipicu mutasi gen yang menyerang orang secara acak, dan akhirnya menimbulkan tumor. Dengan kata lain, kasus tumor terbanyak adalah karena faktor ketidakberuntungan. Penelitian ini dimulai dari keingintahuan peneliti mengapa ada jaringan tubuh, misalnya di usus kecil dan pankreas yang memiliki risiko kanker lebih tinggi dibanding yang lainnya. Jadi mereka melacak jumlah divisi sel induk yang ada di 31 jenis jaringan, membandingkannya dengan risiko kanker sepanjang hidup di jaringan yang sama. Kesimpulan yang mereka dapatkan adalah semakin tinggi jumlah pembelahan sel jaringan, semakin tinggi tingkat risiko kanker.
            Studi menunjukkan bahwa secara umum, perubahan dalam jumlah pembelahan sel induk di suatu jenis jaringan sangat berkorelasi dengan perubahan dalam kejadian kanker pada jaringan yang sama. (studi Bert Vogelstein). Artinya, semakin banyak pembelahan sel yang terjadi, semakin besar terjadi risiko mutasi acak dan semakin ganas perkembangan kanker.
            Jadi, apakah ini berarti kita tak perlu menerapkan pola hidup sehat? Tidak demikian. Meski ada 22 jenis kanker sangat berhubungan dengan faktor mutasi gen, ada sembilan jenis lainnya yang lebih terkait oleh pola hidup.
            Sembilan jenis kanker itu di antaranya adalah, kanker kulit, leher, kepala, kolon dan rektum (usus besar dan anus), dan kanker paru-paru. Kesembilan jenis kanker tersebut, selain berkaitan erat dengan pola hidup, juga ada hubungannya dengan faktor keturunan.
            Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat diperlukan untuk dapat mendeteksi keberadaan kanker sejak dini, sebelum berkembang membahayakan nyawa. Hal lainnya yang perlu dipahami adalah, kalimat mutasi gen secara acak bukan berarti benar-benar secara acak. Sebaliknya, kanker mungkin timbul sebagai akibat dari faktor gaya hidup. Angka mutasi lebih tinggi pada mereka yang terpapar racun karena gaya hidup serampangan, dan lebih rendah pada mereka yang konsekuen melakukan pola hidup sehat. Studi menunjukkan, pemicu gen kanker menjadi tidak aktif dan penekan gen kanker menjadi aktif pada mereka yang berpola hidup sehat. 
            Kesimpulannya, kanker adalah hasil gabungan berbagai faktor seperti genetik, lingkungan, dan mutasi gen secara acak, kutip John Hopkins. Karena ada beberapa jenis kanker yang menawarkan peluang lebih besar bagi Anda untuk mengurangi faktor risiko genetik, menjalankan pola hidup sehat merupakan langkah yang sangat bijak. Mulailah membatasi konsumsi daging, perbanyak sayur dan buah segar, rutin berolahraga, antisipasi sinar UV matahari dengan tabir surya dan jauhi rokok, saran American Cancer Society.

Friday, April 13, 2018

Proses Penyebaran Kanker Dalam Tubuh Manusia

Alasan utama mengapa kanker sangat ditakuti adalah karena ia bisa menyebar luas dalam tubuh. Kanker biasanya dimulai dengan satu tumor di daerah tubuh tertentu, misalnya payudara. Jika tumor tidak diangkat, kanker dapat menyebar ke organ terdekat serta tempat-tempat lain yang jauh dari lokasi tumor awal.
            Bagaimana kanker dapat menjalar ke daerah-daerah baru dan mengapa beberapa organ lebih mungkin terinfeksi daripada yang lainnya? Berikut penjelasannya.
            Kanker muncul akibat adanya penumpukan perlahan sel-sel yang telah rusak, yang tak lagi bisa diperbaiki. Setiap kanker yang timbul berasal dari Mutasi atau perubahan gen. jarang sekali kanker diwariskan orang tua kepada anak. Satu dari 100 triliun sel-sel yang ada dalam tubuh kita suatu saat bisa saja mengalami kemunduran yakni perubahan dari sel-sel sehat yang berfungsi normal menjadi sel-sel tumor.

Penyebab Kanker
            Perubahan yang terjadi pada sel terutama disebabkan oleh sinar UV, sinar X dan bahan-bahan kimia penyebab kanker. Yang termasuk bahan-bahan kimia penyebab kanker adalah Benzopyrene, yakni zat berbahaya yang terjadi akibat adanya pembakaran. Benzopyrene biasa ditemukan pada produk-produk yang dimasak dengan api atau pengasapan. Benzopyrene mengakibatkan timbulnya sebuah zat tertentu yang secara kimia bisa mengikat DNA dan ikatan inilah yang kemudian mengakibatkan terjadinya perubahan struktur DNA.
            Perubahan ini merugikan proses pembelahan sel dan sebaliknya menguntungkan proses “Mutasi”. Semakin lama sesorang mengkonsumsi tembakau, maka semakin besar pula zat-zat penyebab kanker yang dihisap oleh siperokok, sehingga semakin tinggi pula resiko bahwa zat-zat penyebab kanker yang telah ia hisap tersebut akan menjadi pemicu terjadinya struktur dalam gen.
            Resiko terjadinya “Mutasi” akan semakin bertambah seiring dengan pertambahan usia, hal ini dikarenakan tubuh seseorang yang semakin berumur, bekerja tak seoptimal dulu. Inilah yang dengan mudah memicu terjadinya kesalahan pada pembelahan sel.

Bagaimana Kanker Bisa Menyebar?

            Penyebaran kanker di seluruh tubuh dikenal sebagai metastasis. Penyebaran kanker dimulai ketika sel-sel kanker memisahkan diri dari tumor awal dan menyerang jaringan normal di dekatnya. Dari sini, sel kanker kemudian berkembang biak dan mungkin memproduksi senyawa tertentu yang merangsang pergerakan sel menuju tempat lainnya. Sel-sel kanker dapat menyebar melalui satu dari beberapa rute umum metastasis (aliran darah sistem limfatik atau menembus lapisan penutup rongga organ tubuh) untuk menuju bagian tubuh lainnya.

            Ini adalah perjalanan yang cukup rumit dan sebagian besar sel kanker tidak dapat bertahan hidup. Beberapa sel kanker mungkin dibunuh oleh sistem kekebalan tubuh atau terperangkap dalam kelenjar getah bening untuk kemudian dihancurkan tetapi beberapa dapat bertahan hidup dan tumbuh untuk membentuk tumor baru. Dari ribuan sel-sel kanker yang berhasil melepaskan dari kanker induk, mungkin hanya aka nada beberapa yang mampu bertahan untuk membentuk kanker sekundr (metastasis).
            Setelah di tempat baru, sel kanker mulai berkembang biak membentuk tumor-tumor kecil yang disebut micrometastasis. Kelompok tumor kecil ini kemudian bergabung dan bertumbuh menjadi sel tumor “dewasa” dan menyelesaikan proses siklus metastatic. Ketika diamati di bawah mikroskop dan diuji dengan cara-cara tertentu, sel-sel kanker metastatic membawa karakteristik yang menyerupai kanker induk, bukannya menyerupai ciri sel-sel di tempat baru di mana kanker metastatik ditemukan. Ini yang menjadi oertanda untuk dokter bisa memastikan bahwa kanker tersebut adalah kanker yang telah menyebar dari sumber inti di tempat lain dari tubuh dan bukan jenis kanker yang benar-benar baru.
            Metastasis merupakan faktor penting dalam perkembangan kanker karena metastasis bertanggung jawab atas sebagian besar kematian akibat kanker. Dalam kebanyakan kasus pasien kanker dengan tumor lokal memiliki kesempatan untuk bertahan hidup yang lebih baik dibandingkan dengan tumor metastatik.

Apa yang Menyebabkan Kanker Menyebar?
            Stephen Paget, seorang ahli bedah Inggris, berteori bahwa sel-sel kanker sulit untuk bertahan hidup di lingkungan yang sama sekali berbeda dengan karakteristik tumor induk. Oleh karena itu, kanker hanya dapat menyebar ke lokasi yang memiliki karakteristik sel sama. Misalnya, sel-sel kanker payudara perlu ion kalsium dari kelenjar susu payudara untuk bisa melipatgandakan diri, sehingga sel kanker payudara mungkin lebih memilih tulang sebagai lokasi penyebarannya karena tulang kaya akan kalsium.
            James Ewing, professor patologi pertama di Cornell University, mengusulkan teori laim bahwa sel-sel kanker cenderung menyerang kelenjar getah benng regional dekat tumor primer. Jadi, pasien dengan tumor primer yang dilewati oleh pembuluh yang menuju ke paru-paru pada akhirnya akan mengembangkan kanker metastatik paru-paru.
            Satu studi dari University College London (UCL), dilansir dari Medical Daily mengatakan mereka telah menemukan mekanisme yang menyebabkan penyebaran kanker. Melalui pengujian hewan laboratorium ditemukan bahwa sel-sel kanker mulai menyebar saat sel-sel sehat mulai membubarkan diri dalam upaya menghindari serangan berbahaya. Sel-sel kanker tertarik kepada sel-sel sehat dan terus mengikuti pergerakan sel sehat ke seluruh tubuh.
            Kesemua teori di atas mengandung kebenaran. Namun, gambaran besar dari proses metastasis kanker jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan.

Penderita Kanker Seperti Apa yang Lebih Beresiko Mengalami Kanker yang Menyebar?
            Memiliki kanker aktif atau riwayat pernah memiliki kanker merupakan faktor resiko utama untuk mengalami penyebaran kanker. Beberapa jenis kanker lebih mungkin untuk menyebar daripada yang lain. Namu, tingkat kemampuan penyebaran sel kanker akan bervariasi antara satu jenis tumor dan yang lainnya.
            Misalnya, karsinoma sel basal jarang menyebar, tapi kanker pancreas, otak dan hati merupakan jenis kanker yang bisa menyebar dengan cepat. Jenis kanker berbeda juga telah dikenal memiliki daerah tujuan “favorit” untuk bermetastasis. Misalnya kanker prostat umumnya menyebar ke tulang sedangkan kanker usus bermetastasis ke hati.
            Faktor-faktro lain seperti sifat sel kanker, perubahan genetik tertentu dan efektifitas sistem kekebalan tubuh dalam menghilangkan sel-sel kanker, juga berperan dalam menentukan keberhasilan metastasis. Kemana sel kanker menyebar juga akan tergantung pada jenis, ukuran dan di mana awal mula sel kanker bermula dalam tubuh.
            Bahkan ketika hal-hal ini telah diketahui, dokter tidak selalu yakin jika kanker seseorang bermetastasis. Dokter tidak yakin apa yang akan menyebabkan beberapa jenis kanker bisa menyebar. Dan masih tidak jelas alas an di balik mengapa beberapa jenis kanker memilih untuk menyebar ke tulanh daripada tempat umum lainnya untuk bermetastasis, misalnya hati.


Kesalahan Kecil Berakibat Besar
            Satu kesalahan saja yang terjadi dalam gen bisa menyebabkan tubuh tak lagi bisa memproduksi zat putih telur atau protein penting. Akibatnya, ini akan memungkinkan terjadinya perubahan struktur gen dalam skala ringan. Meski perubahan yang terjadi hanya dalam sekala ringan, hal ini sudah bisa menyebabkan sel tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
            Perubahan gen yang paling berbahaya adalah jika perubahan tersebut menimpa gen dan protein yang bertugas mengontrol pertumbuhan sel-sel. Akibatnya, dalam keadaan tertentu siklus sel-sel bisa keluar jalur, sehinga sel-sel tersebut mengalami degradasi atau kemunduran.

Tumor Baik Dan Tumor Jahat
            Sel-sel yang gennya telah mengalami perubahan tersebut bisa berubah menjadi sel-sel tumor. Sel-sel tumor ini tumbuh sendiri tanpa perintah dan bisa membelah tanpa kontrol. Jika sel-sel yang rusak ini berkembang biak, tapi tetap tinggal di satu tempat- maka sel-sel ini akan menjadi tumor baik yang bisa dengan mudah diangkat melalui sebuah operasi.
            Akan tetapi, jika sel-sel dari tumor tersebut pecah kemudian menyebar ke tempat lain dalam tubuh lalu berkembang biak disana- maka sel sel tersebut telah berubah menjadi sel sel tumor jahat.Benjolan kanker yang baru timbul tersebut akan memicu terjadinya pembentukan pembuluh darah baru disekeliling benjolan. Dari pembuluh darah inilah tumor mendapat makanan, sehingga tumor yag terletak di tempat-tempat terpencil dalam tubuh pun bisa tumbuh.

Perlindungan Tubuh Terhadap Tumor
            Dalam sebuah sistem yang rumit perubahan struktur DNA semacam itu, adalah suatu kesalahan yang tak bisa dihindari. Untuk menangkal hal semacam ini, untungnya tubuh kita secara alami telah meyediakan mekanisme-mekanisme perbaikan, salah satu contohnya adalah protein. Protein atau zat putih telur ini melakukan perbaikan dan kontrol terus-menerus terhadap DNA. Selain itu protein ini juga bertugas memusnahkan sel-sel yang telah rusak yang bisa berubah menjadi kanker.
            Tapi tentu saja, mekanisme perlindungan semacam ini bisa saja tak berfungsi- contohnya jika kesalahan dalam rencana pembangunan DNA yang terjadi disebabkan sendiri oleh si penjaga kanker atau misalnya karena mekanisme perlindungan tersebut tak bisa lagi dengan baik menjalankan tugasnya. Mekanisme perlindungan tubuh bisa juga tak berfungsi jika protein tersebut telah kelebihan beban, sehingga mekanisme perlindungan tubuh mengabaikan proses “Mutasi“- yang pada keadaan tertentu bisa memicu perkembangan kanker. Seberapa bagus kerja mekanisme perbaikan tubuh kita? Hal ini berbeda-beda pada tiap-tiap orang.

The Most Dangerous Killer, Cancer.

CANCERS

In the millenial era,  one of the lethal killlers nesting in the human body in not unfamiliar.  Cancer is a groundbreaking phenomenon and has been known to many people in this world.  However,  not many known the process of the occurrence of cancer in a person's body.  So,  check this post, then you will get more. 

WHAT IS CANCER?
Cancer is a disease characterized by uncontrolled cell growth, which has the ability to infiltrate and destror healthy cells in body. Cancer is when abnormal cells divide in an uncontrolled way. Some cancer may eventually spread into other tissues. The main types of cancer are (Based on WHO 2004) :

  1. Lung (1,3 million deaths/year).
  2. Stomach (803.000 deaths).
  3. Colorectal (639.000 deaths).
  4. Liver (610.000 deaths).
  5. Breast (519.000 deaths). 

More than 70% of all cancer deaths occurred in low-and moiddle-income countries. Deaths from cancer worldwide are projected to continue rising, with an estimated 11,5 million deaths in 2030.

HOW CANCER START?
Cell Changes And Cancer
All cancers begin in cells. Our bodies are made up of more than a hundred million million (100,000,000,000,000) cells. Cancer starts with changes in one cell or a small group of cells. 

Usually, we have just the right number of each type of cell. This is because cells produce signals to control how much and how often the cells divide. If any of these signals are faulty or missing, cells may start to grow and multiply too much and form a lump called a tumour. A primary tumour is where the cancer starts. 
Some types of cancer, called leukaemia, start from blood cells. They don't form solid tumours. Instead, the cancer cells build up in the blood and sometimes the bone marrow.
For a cancer to start, certain changes take place within the genes of a cell or a group of cells.

Genes And Cell Division
Different types of cells in the body do different jobs, but they are basically similar. They all have a control centre called a nucleus. Inside the nucleus are chromosomes made up of thousands of genes. Genes contain long strings of DNA (deoxyribonucleic acid), which are coded messages that tell the cell how to behave. 
Each gene is an instruction that tells the cell to make something. This could be a protein or a different type of molecule called RNA. Together, proteins and RNA control the cell. They decide what sort of cell it will be, what it does, when it will divide, and when it will die.

Gene Changes Within Cells (Mutations)
Normally genes make sure that cells grow and reproduce in an orderly and controlled way. They make sure that all the cells produced are needed to keep the body healthy. 
Sometimes a change happens in the genes when a cell divides. This is a mutation. It means that a gene has been damaged or lost or copied twice. Mutations can happen by chance when a cell is dividing. Some mutations mean that the cell no longer understands its instructions and starts to grow out of control. There have to be about half a dozen different mutations before a normal cell turns into a cancer cell.
Mutations in particular genes may mean that a cell starts producing too many proteins that trigger a cell to divide. Or it stops producing proteins that normally tell a cell to stop dividing. Abnormal proteins may be produced that work differently to normal.
It can take many years for a damaged cell to divide and grow and form a tumour big enough to cause symptoms or show up on a scan. 

How Mutations Happen
Mutations can happen by chance when a cell is dividing. They can also be caused by the processes of life inside the cell. Or by things coming from outside the body, such as the chemicals in tobacco smoke. And some people can inherit faults in particular genes that make them more likely to develop a cancer.
Some genes get damaged every day and cells are very good at repairing them. But over time, the damage may build up. And once cells start growing too fast, they are more likely to pick up further mutations and less likely to be able to repair the damaged genes.